Kata Hubung “Dan”
(Hago dan/dengan)
Kata Hago digunakan untuk menghubungkan kata atau kalimat
setara, berfungsi dalam bahasa Indonesia sebagai kata “Dan” atau bisa juga
untuk menyebutkan kata “Dengan”
Contoh :
1.
Teibul hago Uija : Meja dan Kursi
2.
Sagwa hago Orenji : Apel dan Jeruk
3.
Naega bapeul hago
saengseoneul meogeoyo : Saya makan nasi dan ikan
4.
Key hago bangmulgwan-
gayo : Saya pergi ke museum dengan Key
5.
Naega hago namja
chingu yeonghwa-reul geukjang-e bogo sipeoyo : Saya ingin menonton film di
bioskop dengan pacar
Menyatakan
Kepemilikan
(Issda : Disana [Menyatakan
tempat/Mempunyai])
Kata kerja “Issda” berasal dari
akar kata “iss” yang mempunyai arti berbeda yaitu:
A.
Mempunyai sesuatu untuk menyatakan kepemilikan. Agar memenuhi
standar kesopanan maka akhiran harus diubah menjadi eoyo sehingga menjadi
“Isseoyo”
Contoh :
1.
Chaek –Isseoyo : Saya
punya buku / bisa jga diartikan “Buku punya saya” (Dlm B.korea subject sering
dihilangkan!)
2.
Abeoji ga
jadongcha-isseoyo? : Apakah ayah punya mobil?
B. Menyatakan tempat
atau lokasi. Seperti halnya dengan bentuk issda yang pertama (menyatakan
kepemilikan) bentuk ini juga brupa kata “isseoyo” agar memenuhi standar
kesopanan yang diharapkan oleh pengguna bahasa korea
Contoh :
1.
Gonghang-e
bihaenggisseoyo : Dibandara ada pesawat terbang
2.
Yeok-e gichaisseoyo :
Distasiun ada kereta
3.
Rum-e radio-isseoyo ?
: Apakah dikamar ada radio?
*Dari penjelasan diatas, dpt kita
ketahui bahwa kedua bentuk yang berbeda tersebut mempunyai format yang serupa.
Lalu bagaimana membedakan kedua arti kata “isseoyo” tersebut. Mudah saja! Apabila didepan kata yang diberi imbuhan
“Isseoyo” berupa tempat maka “Isseoyo” diartikan sebagai penanda keterangan
tempat atau lokasi. Dan apabila didepan kata yang diberi imbuhan isseoyo berupa
nama orang atau kata ganti orang maka “isseoyo” diartikan sbg kepemilikan
sesuatu
-Eobseoyo (Tidak
Mempunyai Sesuatu)
Kata Eobseoyo digunakan untuk menyatakan tidak mempunyai
sesuatu,merupakan negasi/pengingkaran dari kata “Isseoyo”
Contoh Kalimat :
1.
Hana-ga Chaeki
Eobseoyo : Hana tidak punya buku
2.
Don-I eobseoyo : Saya
tidak punya uang
3.
Sigue-ga Eobseoyo :
Apa anda tidak punya jam tangan?
-Hada (Melakukan
sesuatu)
Berasal dari akar
kata “Ha” digunakan untuk menyatakan suatu tindakan atau melakukan sesuatu.
Agar kata tsb menjadi bentuk sopan,maka akhiran
-da diubah menjadi –aeyo sehingga diperoleh kata “Haeyo”
Contoh :
Yori+Hada => Yori+Haeyo (Bentuk
Sopan) : Yorihaeyo (Masak + Melakukan tindakan = Memasak)
Contoh kalimat :
1.
Naega saengseoneul
Yorihaeyo : Saya memasak ikan
2.
Poppy-ga jjigaeul
Yorihaeyo ? : Apakah Poppy memasak sup?
Jeonhwa+hada => Jeonhwa+Haeyo
(bntk sopan) = Jeonhwahaeyo (Menelepon)
Contoh kalimat :
1.
Eommoni-ga jamae-reul
jeonhwahaeyo : Ibu menelepon kakak
2.
Jeongmin-ssi
yakonnyeo-reul jigeum jeonhwahaeyo : Saudara Jeongmin sedang menelepon
tunangannya
-Menyatakan
Keinginan
*Kata kerja Asli + Go sipeoyo => Untuk diri sendiri
*Kata kerja Asli +- Go sipeohaeyo => Untuk orang lain
Kata “Go sipeoyo” dan “ Go sipeohaeyo” digunakan untuk menyatakan suatu
keinginan untuk melakukan sesuatu. Cara kerjanya adalah dengan menggabungkan
kata kerja asli (akar kata kerja) dengan kata “Go Sipeoyo” atau “ Go
Sipeohaeyo” tergantung konteks kalimat apakah kalimat tsb merujuk pada diri
sendiri atau pada orang lain.
Contoh : Kata kerja yg pth yang
digabungkan dengan kata “ Go
Sipeoyo” atau “Go sipeohaeyo” agar membentuk sbuah kalimat menyatakan suatu
keinginan utk melakukan sesuatu. Antara lain :
1.
Menyatakan keinginan
untuk pergi kesuatu tempat. Kata pergi dalam b.korea adalah dengan kata Ga
(Ga+Go sipeoyo > gago sipeoyo [Untuk Diri
sendiri])
(Ga+Go sipeohaeyo > gago sipeohaeyo [
Untuk orang lain])
Cth
kalimat :
-Naega
hakkyo-e gago sipeoyo : Saya ingin pergi kesekolah
-Naega supeomaket-e
gago sipeoyo : Saya ingin pergi ke supermarket
-Hyongje-ga
hakkyo-e gago sipeohaeyo : Kakak ingin pergi kesekolah
-Hyunmi-ga
supeomaket-e gago sipeohaeyo : Hyunmi ingin pergi ke supermarket
Kakek : Harabeoji
Nenek : Halmeoni
Bumo : Orang Tua
Ayah : Abeoji / Appa
Ibu : Eomeoni /Eomma
Saudara laki-laki : Hyongje
Saya : Nae
Suami : Nampyeon
Saudara perempuan : Jamae
Anak laki-laki : Adeul
Anak perempuan : Ttal
Ayah mertua : Siabeoji
Ayah tiri : Gyebu
Bayi : Aegi
Cucu laki-laki : Sonja
Cucu perempuan : Sonnyeo
Ibu mertua : Sieomeoni
Ibu tiri : Gyemo
Ipar : Cheoga saram / Sidaek saram
Istri : Anae
Keponakan laki-laki : Joka
Keponakan perempuan : Jokattal
Pacar laki-laki : Namjachingu
Pacar perempuan : Yeojachingu
Tunangan laki-laki : Yakonja
Tunangan perempuan : Yakonnyeo
Kakak perempuan : Eonnie (Untuk
adik perempuan), Noona (Untuk adik laki-laki)
Kakak laki-laki : Oppa (untuk adik
perempuan), Hyeong (untuk adik laki-laki)
Sepupu : sachan